Profesor Sajogyo, salahsatu legenda ilmu sosial di Indonesia, merupakan sesepuh Subud Bogor. Semasa hidupnya, beliau rutin mengikuti latihan kejiwaan Subud di Bogor dan aktif hingga akhir hayatnya sebagai pembantu pelatih dan pengurus Yayasan Subud Bogor. Karena itulah, menjelang peringatan 100 tahun kelahiran beliau pada 2026 mendatang, Yayasan Subud Bogor bertandang ke kantor Yayasan Sajogyo Institute di Jl Malabar 22, Bogor, untuk menjalin kembali hubungan baik yang sempat terputus.

Prof Sajogyo dan istrinya, Prof Pudjiwati Sajogyo, sama-sama pioner dalam ilmu sosiologi pedesaan di Indonesia. Keduanya merintis bidang ilmu ini dan melakukan banyak riset yang menjadi dasar pemahaman akademik mengenai kondisi masyarakat desa di negeri ini. Prof Sajogyo lahir pada 21 Mei 1926 dan meninggal pada 17 Maret 2012 di usia 86 tahun. Sedangkan Prof Pudjiwati, yang juga anggota Subud, meninggal lebih dahulu pada 20 Agustus 2002.
Pada 1965, Prof Sajogyo sempat menjabat rektor Institut Pertanian Bogor, namun hanya setahun. Beliau diberhentikan karena dituduh terlibat gerakan kiri, sebuah tuduhan yang belakangan tidak terbukti. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan diri pada riset mengenai masyarakat pedesaan.
Kerjasama Yayasan Subud Bogor dan Yayasan Sajogyo Institute akan berfokus pada upaya untuk melestarikan pemikiran Prof Sajogyo dan Prof Pudjiwati, dan mendorong generasi muda Indonesia lebih memahami prinsip dan konsep pembangunan sosial yang dicita citakan beliau berdua. Prof Sajogyo dan Prof Pudjiwati adalah contoh nyata bagaimana latihan kejiwaan Subud membantu manusia menjalankan peran dan fungsinya secara optimal di dunia, dengan berserah diri sepenuhnya pada Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.


Sangat menginspirasi bagi kita yg penerus masa depan bangsa ini
terimakasih pak. Semoga kita semua bisa jadi inspirasi untuk penerus kita selanjutnya