Pada 16 Maret 2024, Subud Bogor mengadakan Musyawarah Cabang tahunan untuk membahas implementasi hasil Kongres Nasional Subud di Surabaya, pada Februari 2023 lalu. Pelaksanaan Muscab dihadiri PPN Komwil IV Jawa Barat Pak Slamet Heriyadi dan Ibu Siti Romlah, serta PPN incoming yang akan bertugas pasca Kongres Dunia, yakni Pak Haji Syafruddin dan Ibu Sutinah Sudarsono. Juga hadir Koordinator Komwil IV Jawa Barat Pak Gunawan.

Kalendar kegiatan Subud setiap awal tahun genap biasanya diawali dengan penyelenggaraan Musyawarah Nasional pada Februari, yang disusul pelaksanaan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Wilayah untuk mengevaluasi hasil keputusan Kongres dan Munas. Namun kali ini, PPK Subud Indonesia menunda pelaksanaan Munas berhubung waktunya terlalu dekat dengan jadwal Pemilu pada 14 Februari 2024.
Pembahasan Muscab banyak menggali seputar implementasi digital office untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data anggota Subud. Konsep digital office sendiri merupakan kesepakatan dalam Kongres Nasional untuk ditindaklanjuti semua cabang dan ranting. Dengan konsep ini, setiap anggota wajib tercatat di database digital di pengurus cabang, lengkap dengan fotokopi KTP dan foto dirinya. Dengan adanya data itu, penerbitan Kartu Anggota baru pun jadi lebih ringkas dan cepat.


Muscab juga diisi dengan latihan kejiwaan bersama untuk mempererat kerukunan dan kebersamaan antar anggota, pengurus dan PP di wilayah IV Jawa Barat. Rombongan dari Subud Sukabumi dan Sukamulia, sebagai dua kelompok binaan Cabang Bogor, juga nampak hadir di antara peserta Muscab.
Di akhir Muscab, disampaikan juga perkembangan kegiatan Yayasan Subud Bogor yang tengah menyelesaikan urusan legalitas sertifikat tanah Subud Bogor, juga menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mendapat akses dana sosial serta rencana penandatanganan nota kesepahaman dengan Yayasan Sajogyo Institute sebagai penerus intelektual karya sesepuh Subud Bogor, Prof Sajogyo.


Seperti biasa, hidangan untuk acara Muscab disiapkan Bu Yuli dan ibu-ibu anggota Subud yang lain. Dengan menu andalan gudeg kering, para peserta Muscab tampak menikmati hidangan yang disediakan.



